Sabtu, 12 Maret 2011

Oleh
Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali


Mencampur Adukkan Antara Loyalitas Dan Toleransi

Al-Ustadz da'i Sayyid Quthub Rahimahullah menjelasakan[1] : "Sesungguhnya toleransi Islam bersama Ahlul Kitab merupakan satu sisi dan menjadikan mereka sebagai kekasih adalah sisi lain lagi. Namun kedua hal ini, terkadang masih kabur bagi sebagian kaum muslilim yang jiwanya tidak jelas melihat secara sempurna tentang hakikat agama dan tugasnya. Gambarannya sebagai pergerakan manhaj realistis mengarah kepada perkembangan yang terjadi di muka bumi ini, sejalan dengan gambaran Islam yang tabi'atnya berbeda dengan segenap gambaran yang diketahui oleh manusia. Dari sini gambaran-gambaran dan aturan-aturan yang menyelisihi sebagaimana bertolak belakang pula dengan syahwat manusia, penyimpangan dan kefasikan mereka dari manhaj Allah. Dan masuklah ia ke dalam medan laga. Tiada alasan lagi, dia harus mengembangkan realita baru yang dia inginkan dan akan terjadi pergerakan positif yang berkembang.

Orang-orang yang masih kabur tentang hakekat kebenaran, nilai hakikat akidah mereka berkurang menurut perasaan yang bersih. Sebagaimana IQ yang cerdas menunjukkan berkurangannya pengatahuan mereka tentang tabi'at perlagaan ini dan tabi'at sikap ahlul kitab tentangnya.

Mereka melupakan pengarahan-pengarahan Al-Qur'an yang jelas gamblang tentang masalah ini, sehingga mereka mencampuradukkan antar seruan Islam kepada sikap toleransi dalam bermuamalah dengan ahlul kitab, berbuat baik kepada mereka dalam masyarakat muslim yang mereka tempati dan menunaikan hak-hak mereka, dengan sikap loyalitas yang tidak boleh diberikan kecuali kepada Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin.

Mereka melupakan apa yang telah ditetapkan dalam Al-Qur'an, bahwa ahlul kitab sebagiannya adalah pembela atas sebagian yang lain dalam memerangi kaum muslimin, hal ini adalah watak yang melekat pada mereka, mereka marah kepada seorang muslim karena keislamannya, mereka tidak akan ridlo kepada muslimin kecuali bila dia meninggalkan agamanya dan mengikuti agama mereka, mereka senantiasa memerangi Islam dan kaum muslimin, dan mereka telah menampakkan kebenciannya lewat mulut-mulut mereka sementara apa yang mereka sembunyikan dalam hati lebih besar lagi dan seterusnya dari ketetapan-ketetapan yang tegas ini.

Sesungguuhnya seorang muslim dituntut untuk bersikap toleran terhadap ahlul kitab, namun dia dilarang menunjukkan sikap loyalitas kepada mereka dalam artian saling membela dan bersahabat karib dengan mereka.

Sesungguhnya cara dia untuk memantapkan agamanya dan merealisasikan aturan-aturannya tidak mungkin sejalan dengan cara ahlul kitab, walaupun mereka menampakkan sikap toleransi dan loyalitas namun sikap ini tidak sampai pada keridloan mereka supaya dia tetap pada agamanya dan realisasi aturannya, dan tidak akan cukup buat mereka loyalitas sebagian atas sebagian yang lain untuk memerangi dan menipunya.

Sungguh merupakan puncak kedunguan dan kelengahan bila kita mengira, bahwa kita dan mereka dapat sejalan dan bergandengan tangan untuk memantapkan agama ini dihadapan orang-orang kafir dan atheis, bila perlagaannya bersama muslim ........." [Fi Dhilalil Qur'an 2/759-760]



[Disalin dari kitabToleransi Islam Menurut Pandangan Al-Qur'an dan As-Sunnah, oleh Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilali, terbitan Maktabah Salafy Press, hal. 49-50, penerjemah Abu Abdillah Mohammad Afifuddin As-Sidawi.]
_________
Foote Note
[1]. Beliau membawakan ucapan Sayyid Quthub ini sebagai pelajaran buat pengagumnya bukan sebagai sandaran, padahal beliau (Sayyid) adalah seorang ahli bid'ah yang memiliki banyak penyimpangan -lihat At-Tasfiyah Wat Tarbiyah karya Syaikh Ali Hasan hal.6, dan karya Syaikh Rabi' tentang penyimpangan Sayyid Quthub, diantaranya : Adlwa' Islamiyah 'ala Aqudati Sayyid Quthub wa Fikratih. (pent)
Reaksi:

0 komentar :

Poskan Komentar

12346678900-. Diberdayakan oleh Blogger.
12345678899

JADWAL TA'LIM AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH WILAYAH KOTA MAKASSAR

1. SELASA (Pukul 16.00 WITA. Syarah Shohih Bukhari, bersama Ustadz H.M. Yusran Anshar, Lc. Bertempat di Masjid Ulil Al Baab Politeknik Negeri Ujungpandang) 2. Pembahasan Umdatul Ahkam, bersama Ustadz Sofyan Nur, Lc. Bertempat di Masjid Kampus Unhas Tamalanrea Makassar) 3. KHAMIS (Pukul 18.30 WITA. Syarah Allu'lu wal Marjan, bersama Ustadz H.M. Yusran Anshar, Lc. Bertempat di Masjid Nurul Hikmah Kantor Pusat Wahdah, Antang) 4. SABTU (Pukul 18.30 WITA. Syarah Riyadus Shalihin, bersama Ustadz H.M. Yusran Anshar, Lc. Bertempat di Masjid Wihdatul Ummah, Jl. Abdullah Daeng Sirua) Syukran Jazakumullahu khairan atas kunjungannya